Sejarah Kami

Masjid Jami Al-Hidayah bukan sekadar bangunan tempat ibadah, melainkan saksi bisu perkembangan peradaban umat Islam di kawasan Arcamanik Endah. Berdiri kokoh sebagai pusat spiritual, masjid ini memiliki rekam jejak perjuangan yang panjang, dimulai dari hamparan rawa hingga menjadi pusat kegiatan umat yang megah seperti saat ini.

Awal Mula: Dari "Bedeng" Menuju Cahaya

Pada awal tahun 1980-an, kawasan yang kini dikenal sebagai Arcamanik Endah masih berupa rawa-rawa dan perkebunan yang sepi. Saat perumahan mulai dibangun oleh PT Bale Endah, kebutuhan akan tempat ibadah bagi warga muslim sangat mendesak.

Kala itu, warga harus melaksanakan shalat berjamaah di sebuah bedeng (bekas gudang) sederhana. Kondisinya penuh keprihatinan; selain kumuh, jamaah sering kali harus waspada terhadap ular yang masuk ke area shalat, terutama saat musim hujan. Namun, semangat warga untuk bersujud kepada Ilahi tidak pernah surut.

Tonggak Pendirian & "The Founding Father"

Melihat kondisi tersebut, tokoh masyarakat seperti Alm. Bapak H. Zaenal Arifien Habdullah (Inisiator), bersama H. Agus Syamsudin dan tokoh lainnya, bergerak melakukan diplomasi. Melalui negosiasi yang cerdas dengan pihak pengembang dan dukungan pemerintah, akhirnya disepakatilah pembangunan masjid yang representatif di lokasi strategis saat ini.

"Masjid ini didirikan bukan hanya untuk tempat sujud, tetapi untuk membangun ukhuwah dan peradaban umat di tengah masyarakat yang majemuk."

Pada tahun 1983, pembangunan fisik dimulai di atas tanah seluas 1.000 m². Masjid ini kemudian diresmikan pada 13 Mei 1984 oleh Bupati Bandung saat itu, Bapak H. Sani Lupias Abdurachman.

Perkembangan Tiada Henti

Seiring berjalannya waktu, Masjid Jami Al-Hidayah terus berbenah. Dari bangunan awal seluas 196 m², kini telah berkembang menjadi bangunan megah dua lantai seluas lebih dari 1.400 m². Masjid ini juga menjadi "Founding Father" atau cikal bakal berdirinya masjid-masjid lain di kawasan Arcamanik Endah (Nurul Hidayah, Ahmad Hidayah, dan As-Syifa).

Kini, Masjid Jami Al-Hidayah tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi telah berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat dengan adanya Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ/DTA), TK Islam Al-Hidayah, hingga layanan sosial Paguyuban Husnul Khotimah (PHK) untuk pemulasaraan jenazah.

Visi & Misi

Visi

"Terwujudnya Masjid Jami Al-Hidayah Arcamanik Endah sebagai pusat peribadatan dan pemberdayaan umat yang mampu menciptakan ketentraman dan kesejahteraan lahir batin, dengan mengedepankan sikap Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) dan Tasamuh (toleransi) guna menjadi masjid teladan."

Misi

  • Manajemen Profesional: Mengelola tata laksana administrasi, keuangan, dan organisasi secara amanah, transparan, dan akuntabel.
  • Kenyamanan Ibadah: Memelihara dan mengembangkan sarana fisik masjid untuk menjamin kekhusyuan, keamanan, dan kenyamanan jamaah.
  • Pusat Peradaban: Memakmurkan masjid dengan kegiatan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah (sosial kemasyarakatan) yang menyentuh seluruh lapisan umat.
  • Pendidikan Generasi: Menyelenggarakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak (TK/TPQ) dan pembinaan remaja (RISMA) sebagai kader penerus yang Qur`ani.
  • Kepedulian Sosial: Meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf) dan layanan sosial kematian (PHK).