Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam
Setiap bulan Rajab, umat Islam memperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah Islam, karena pada malam tersebut Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan mulia dalam satu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha di langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT.
Dari perjalanan luar biasa ini, terdapat banyak pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik oleh umat Islam untuk dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dikutip dari laman NU Online, berikut beberapa hikmah Isra Miraj yang dapat kita teladani:
1. Memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT
Peristiwa Isra Miraj memperlihatkan berbagai tanda kebesaran Allah SWT. Nabi Muhammad SAW diperlihatkan wujud asli Malaikat Jibril yang memiliki enam ratus sayap hingga menutupi langit. Selain itu, beliau juga diperlihatkan surga, neraka, dan berbagai keajaiban lainnya sebagai bukti kekuasaan Allah SWT.
2. Membersihkan jiwa dan raga sebelum menghadap Allah SWT
Salah satu hikmah Isra Miraj adalah pentingnya kesucian jiwa dan raga sebelum menghadap Allah SWT. Diriwayatkan bahwa sebelum Isra Miraj, dada Nabi Muhammad SAW dibelah dan hatinya dibersihkan dengan air zam-zam, lalu diisi dengan iman dan hikmah (HR Bukhari). Hal ini mengajarkan pentingnya kebersihan lahir dan batin.
3. Pentingnya ibadah shalat
Isra Miraj menjadi momentum disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung oleh Allah SWT, tanpa perantara Malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan betapa agung dan pentingnya kedudukan shalat sebagai ibadah utama dalam Islam.
4. Tingginya derajat kehambaan
Dalam Surah Al-Isra ayat 1, Nabi Muhammad SAW disebut dengan kata ‘abdun (hamba). Ini menegaskan bahwa derajat tertinggi seorang manusia di sisi Allah SWT adalah sebagai hamba yang taat dan bertakwa.
5. Pembekalan dakwah yang tangguh
Peristiwa Isra Miraj menjadi penguat mental dan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan dakwah. Sebelumnya, beliau menghadapi berbagai ujian berat, termasuk wafatnya orang-orang terdekat serta penindasan kaum Quraisy. Isra Miraj menjadi bentuk penguatan dari Allah SWT agar Nabi tetap teguh dalam berdakwah.
6. Menyampaikan kebenaran meski pahit
Setelah peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menyampaikan apa yang dialaminya kepada penduduk Makkah. Banyak yang tidak mempercayainya, bahkan mencemooh. Namun peristiwa ini mengajarkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun menghadapi penolakan dan cemoohan.
7. Syariat Nabi Muhammad SAW menyempurnakan syariat sebelumnya
Dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menjadi imam shalat bagi para nabi terdahulu. Hal ini menjadi isyarat bahwa risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW menyempurnakan dan menggantikan syariat nabi-nabi sebelumnya.
8. Keistimewaan Masjidil Aqsa
Masjidil Aqsa merupakan salah satu tempat paling mulia dalam Islam. Masjid ini menjadi tujuan Isra Nabi Muhammad SAW sebelum naik ke Sidratul Muntaha. Selain itu, Masjidil Aqsa pernah menjadi kiblat pertama umat Islam, dan shalat di sana memiliki keutamaan pahala yang berlipat ganda.
9. Islam sebagai agama fitrah dan suci
Saat Miraj, Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara susu dan khamr, dan beliau memilih susu. Malaikat Jibril berkata bahwa pilihan tersebut merupakan tanda kesucian. Ini menjadi simbol bahwa Islam adalah agama fitrah dan suci.
10. Memantapkan keyakinan Nabi Muhammad SAW
Sebelum Miraj, Nabi Muhammad SAW mengetahui tentang surga, neraka, dan perkara gaib melalui wahyu (ilmul yaqin). Namun saat Miraj, beliau melihatnya secara langsung (ainul yaqin), sehingga keyakinan beliau semakin kuat dan mantap.
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra Miraj dan menjadikannya sebagai pedoman dalam meningkatkan iman, ibadah, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Sumber: https://baznas.go.id/artikel-show/Inilah-Hikmah-Isra-Miraj-bagi-Umat-Islam%C2%A0/280
English